Motivasi Diri Sendiri Tanpa Limiting Beliefs

Motivasi Diri Sendiri Tanpa Limiting BeliefsLimiting beliefs merupakan proses pengurangan atau pembatasan akan suatu kepercayaan atau keyakinan yang telah mengakar dalam pikiran kita. Misalnya banyak orang yang sering membiasakan diri untuk mengatur sebuah rencana dalam bentuk perkataan “Aku akan berhenti merokok!”, “Aku akan mengurangi konsumsi gula!”, “Aku akan cukup tidur!” dan masih banyak lagi pernyataan yang lainnya. Pernyataan-pernyataan tersebut termasuk dalam pernyataan penguat prinsip dan menjadi motivasi diri sendiri

“Aku akan berhenti merokok!” misalnya, ini merupakan pernyataan yang mengikrarkan pada diri sendiri bahwa kita akan berhenti merokok. Pernyataan ini bisa jadi sebagai hipnoteraphy terhadap diri sendiri bahwa kita bisa melakukannya. Kita yakin bahwa kita akan mengubah kebiasaan buruk kita yaitu kebiasaan merokok.

Sebenarnya dengan pernyataan-pernyataan tersebut yang dapat menjadi motivasi diri sendiri, kita menjadi lebih mantap untuk menguatkan diri bahwa kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik lagi. Menjalani hidup dengan lebih mengedepankan aktivitas atau kebiasaan yang positif.

Lalu, dari pernyataan-pernyataan tersebut, apa kaitannya dengan limiting beliefs? Sebenarnya limiting beliefs ini adalah sebuah istilah yang mewakili rasa minder yang sering kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Frase ini menggambarkan tentang bagaimana tanggapan kita terhadap diri sendiri dalam lingkungan kita.

Contoh dari limiting beliefs adalah “Aku tidak cukup baik”, “Aku tidak bisa melakukannya”, “Tidak akan ada seorangpun yang dapat mencintaiku” dan masih banyak lagi contoh yang lainnya. Contoh-contoh tersebut merupakan ekspresi yang menyatakan keputusasaan. Kita memandang diri kita sangat rendah dan tidak berguna.

Sifat rendah diri ini adalah sifat yang sebisa mungkin dihilangkan. Karena sifat rendah diri ini akan membuat kita semakin mundur dan tidak memiliki kualitas hidup. Banyak hal negatif yang ada dalam diri kita ini karena kita tidak pernah mencarai sisi positif yang ada pada diri kita.

Kepercayaan diri merupakan hal yang sangat penting. Dengan kepercayaan diri yang tinggi kita bisa menempatkan diri dalam lingkungan sosial kita. Kita bisa berbaur dengan orang lain, sehingga kita bisa menunjukkan bahwa diri kita berkualitas.

Teringat kata Henry Ford bahwa ”Jika kamu berpikir kamu bisa, atau kamu tidak bisa, berarti kamu benar!”. Menanggapi kalimat tersebut, bahwa sebenarnya kita sudah dianugerahi pikiran yang bersistem, yakni bisa menjalankan petunjuk bahwa kita bisa atau kita tidak bisa. Opsi keduanya itu akan tergantung pada kemauan dan kemampuan diri kita sendiri.

“Saya tidak bisa ”, berarti bahwa ada rasa ketakutan, tidak konsisten, ada rasa ingin menghindar, dan ujung-ujungnya kita tidak melakukannya. Kemudian “saya bisa” berarti bahwa diri kita penuh dengan semangat, energi, motivasi, dan lain-lainnya.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kepercayaan atau keyakinan  berperan penting untuk menimbulkan perasaan atau kemauan yang kuat, niat serta perilaku kita di lingkungan sosial. Meningkatkan motivasi diri sendiri sangat efektif dengan menyampaikan kalimat-kalimat yang memberdayakan.

 

Post Media Link

atrikaso